Reportasebanua.online, Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) melaporkan bahwa lebih dari 5.000 kepala keluarga (KK) atau 19.241 warga di delapan kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu terdampak bencana banjir.
![]() |
| BPBD Kalsel: 19.241 Warga Terdampak Banjir di Tanah Bumbu -Foto BPBD Kalsel |
“Hasil peninjauan di lapangan hingga hari kelima banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kalsel dan tim gabungan telah menyalurkan bantuan dari berbagai unsur,” ujar Kepala BPBD Kalsel, Raden Surya Fadliansyah, pada Minggu malam.
Dari total korban terdampak, warga tersebar di 39 desa. Tim di lapangan mencatat bahwa banjir mulai surut di sejumlah kecamatan seperti Karang Bintang, Kuranji, Batulicin, Sungai Loban, Kusan Hulu, Teluk Kepayang, dan Satui.
Namun, fokus penanganan saat ini berada di Kecamatan Kusan Tengah karena masih ada tiga desa dengan debit air yang cukup tinggi, yaitu Desa Karya Bakti, Tanjung Serang, dan Salimuran. Tim TRC BPBD Kalsel bersama tim gabungan melakukan operasi penyelamatan dan pendistribusian bantuan dengan bantuan dari YBMPLN Kalimantan dan KSOP.
“Selama pemantauan di lokasi banjir, tim gabungan memberikan pengetahuan kepada warga tentang antisipasi hewan melata khususnya pengungsi di Desa Salimuran,” kata Surya.
Surya juga menekankan pentingnya terus memberikan informasi terbaru mengenai peringatan dini cuaca kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, terutama jika hujan turun di bagian hulu.
"Tim gabungan saat ini ada di Kecamatan Pagatan sambil memantau kondisi ketinggian air di setiap kecamatan yang terdampak,” pungkas Surya.
