Reportasebanua.online, Hulu Sungai Tengah - Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Hulu Sungai Tengah (HST) berhasil mengungkap kasus peredaran obat ilegal yang melibatkan dua pria. Tersangka pertama, MF (25), adalah seorang wiraswasta yang berdomisili di Desa Mandingin, sedangkan tersangka kedua, MA (35), merupakan pedagang yang tinggal di Jl. Brigjend H. Hasan Basri, Barabai Bara, HST.
![]() |
| Polres HST Ungkap Kasus Peredaran Obat Ilegal, Dua Pria Ditangkap dengan Barang Bukti 1000 Butir - Foto Humas |
Kapolres HST AKBP Pius X Febby Aceng Loda S.I.K., M.H., melalui KASI HUMAS POLRES HST IPTU Akhmad Priadi, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat. Pada Sabtu, 13 Juli 2024, sekitar pukul 23.00 WITA, petugas mendapatkan laporan adanya transaksi obat-obatan ilegal di rumah MA yang beralamat di Jl. Ulama Barabai Barat.
Bertindak cepat, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan kedua tersangka. Dalam penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa 1000 butir obat tablet berwarna putih dengan penanda strip, yang diduga mengandung zat berbahaya Karisoprodol. Selain itu, petugas juga menyita satu unit handphone merek Samsung dari MF dan satu unit handphone merek Vivo dari MA.
Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres HST untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. Kapolres HST, AKBP Pius X Febby Aceng Loda S.I.K., M.H., mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan setiap kegiatan yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan narkotika dan obat-obatan terlarang.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif memberikan informasi. Dukungan dan kerjasama ini sangat penting dalam upaya pemberantasan peredaran obat ilegal dan narkotika di wilayah kita," ujar AKBP Pius X Febby Aceng Loda S.I.K., M.H.
Dengan pengungkapan kasus ini, Polres HST kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, serta menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat di wilayah Hulu Sungai Tengah.
(Reporter : Hendra Ansari)
